Skip to content
Narrow screen resolution Wide screen resolution Auto adjust screen size Increase font size Decrease font size Default font size default color blue color green color
You are here: Home arrow News

Warning: fopen() [function.fopen]: Filename cannot be empty in /home/dumedpow/public_html/administrator/components/com_virtuemart/classes/Log/file.php on line 249
ALAT/ MESIN CUCI DARAH {HEMODIALYSIS}
ALAT/ MESIN CUCI DARAH {HEMODIALYSIS}
Call for Pricing
MRI MAGFINDER II ( MAGNETIC RESONANCE IMAGING) MURAH
MRI MAGFINDER II ( MAGNETIC RESONANCE IMAGING) MURAH
Call for Pricing
WAITING CHAIR "BE-HOSPITAL"
WAITING CHAIR
Call for Pricing
STROKE {SERANGAN JANTUNG} PDF Print E-mail

A. STROKE

berhubungan dengan faktor endogen atau
keturunan.

Penyakit radang tenggorok atau faringitis dan influensa pun dapat merusak
katup-katup jantung yang dikemudian hari dapat menyebabkan stroke dan
sebagainya.
Sel endotel merupakan lapisan sel pembatas dinding pembuluh darah dan darah.
Perlu diketahui bahwa lapisan pembatas sel endotel ini sangat vital, karena
kegiatan dan dinamiknya yang terus-menerus mengatur keseimbangan komposisi
darah dan kondisi dinding pembuluh darah. Dalam keadaan sehat lapisan
pembatas sel endotel tertutup rapat sehingga darah dan cairan hanya mengalir
di dalam pembuluh darah.
Selain merupakan lapisan pembatas dinding pembuluh darah, sel endotel juga
berfungsi mengeluarkan pelbagai zat pengencer darah seperti nitric oxida,
prostacyclin, plasminogen antigen inhibitor dan beberapa zat lain, agar
peredaran darah tetap lancar dan tidak membeku.

Keadaan sakit secara umum bahkan cedera setempat pun akan mengubah sifat
lapisan sel-sel endotel, dengan cara melonggarkan dan melepaskan diri satu
sama lain sehingga cairan darah berupa serum dapat keluar dinding pembuluh
darah dan terjadilah sembab atau pembengkakan. Keadaan ini biasanya
reversible, yaitu dapat berubah kembali seperti keadaan semula dan cepatnya
proses pemulihan tergantung pada kesehatan penderita.
Demikian sifat dan kondisi sel endotel tergantung pada kesehatan dan
perawatan sehari-hari. Makanan gurih dengan MSG (mono sodium glutamat),
kurang sayur-mayur dan buah-buahan, rokok, obat-obatan yang berlebihan, Stroke
adalah gangguan peredaran darah otak (PDO) yang dibagi dalam stroke iskemik
(tersumbat) dan stroke hemorhagik (berdarah). Stroke iskemik menyebabkan
suatu infark (jaringan mati karena tidak mendapat darah) lebih kurang 80%,
sedangkan stroke hemorhagik menyebabkan suatu apopleksia (jaringan mati
karena kebanjiran darah) lebih kurang 20%. Gejalanya ialah kelumpuhan
setengah badan, sukar bicara, penurunan daya tangkap dan daya ingat,
penurunan orientasi tempat dan waktu, perubahan kepribadian dan beberapa
gangguan saraf lain tergantung dari lokasi dan beratnya kerusakan.

Stroke atau gangguan peredaran darah otak biasanya terjadi pada penderita
yang telah lama misalnya puluhan tahun menderita penyakit hipertensi,
diabetes, penyakit jantung atau faktor risiko lain, sehingga penderita
biasanya tergolong orang lanjut usia. Dalam jangka waktu yang panjang ini,
penderita mempunyai cukup banyak peluang untuk berobat, agar dapat
menghindar malapetaka.
Bila ditinjau secara saksama maka kunci penyakit terletak pada komposisi dan
kekentalan darah serta cara hidup penderita sehari-hari, yang merusak sel
endotel pembuluh darah. Sel endotel adalah sel-sel yang membentuk lapisan
dalam pembuluh darah. Pola makanan yang sehat dan alami disertai olah-raga,
senam teratur dan hidup yang tenang dapat mengubah bahkan memulihkan
penyakit stroke.
Walaupun kebanyakan penderita stroke adalah orang berumur (lebih dari 50
tahun) namun orang muda pun dapat diserang. Sebabnya ialah kekurangan
vitamin, gizi dan pelbagai jenis infeksi. Penelitian menunjukkan antara lain
bahwa kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat merusak sel endotel
pembuluh darah lewat zat homocystein (Hcy) yang berlebihan, begitupun
beberapa penyakit lain seperti antiphospholipid sindrom (APS) dan
anticardiolipin antibody (ACA). Kekurangan antibody di sini menyebabkan
darah mengental, yang antara lain
minuman keras dan seterusnya, merupakan racun atau polusi bagi badan dan
akan meningkatkan zat oksidan, yaitu zat metabolik badan dengan akibat
kerusakan sel endotel dan gen-kromosom keturunan.

Mutasi atau perkembangan penyakit-penyakit baru dapat terjadi secara
demikian. Lingkungan hidup sangat menentukan, hawa udara bersih dan segar
tanpa polusi, tempat tinggal layak dengan persediaan air bersih yang cukup
dan bebas kuman, serta suasana yang tenang dan tenteram adalah keharusan
yang mutlak. Dengan perkataan lain penyakit stroke atau gangguan peredaran
darah otak pada umumnya terjadi karena cara hidup yang salah dan kurang
perhitungan yang cermat, yang biasanya hanya terjadi pada manusia.

Tindakan umum bagi gangguan peredaran darah otak yang perlu diperhatikan
ialah :
1. Pencegahan stres lewat hidup yang sehat.
2. Segera ke rumah sakit bila ada tanda-tanda stroke, supaya pencegahan
kerusakan otak dapat dibatasi secara dini.
3. Di rumah sakit diusahakan supaya peredaran darah otak segera pulih
kembali melalui infus obat, dan mencegah kerusakan/kematian sel neuron otak
yang vital.

Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan
pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak
yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus
terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja
dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke
adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya
hidup yang tidak sehat.

Penyebab stroke

Penyebab stroke atau faktor risiko utama adalah tekanan darah tinggi
(hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus) dan penyakit

jantung. Sedangkan umur, berat badan (obesitas), kolesterol dan stres
merupakan faktor risiko sekunder. Ini berarti bahwa penderita
dengan penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM) atau penyakit
jantung harus sangat waspada, apalagi bila ia menderita ketiga

penyakit tersebut sekaligus.

Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan
menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis)
dan adanya lemak yang
menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus
terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang

terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada
golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan
narkoba, alkohol,
faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan
penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang

disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau
kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang
diturunkan oleh
orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang
menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi

(tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena
stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar
kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi.
Koleserol jahat ini banyak

terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab
terjadinya serangan stroke
lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum
alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu
istirahat

yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya
pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah
tinggi
(hipertensi).

Gejala terjadinya serangan stroke

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti
penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan
menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor
perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk
jarum) dan

tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks.
Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena
suplai darah
dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di
mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita
menjadi

mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem
memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan
tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu
membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan,

padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga
penderita.

*Ministroke, isyarat stroke*

Tak banyal yang tahu tentang mini stroke, padahal sebetulnya sebelum
stroke terjadi, tubuh telah memberikan isyarat berupa mini stroke.
Mini

stroke atau yang disebut juga Transient Ischemic Attacks (TIA)
memberikan tanda-tanda yang sama pada saat terjadinya ishemic stroke.
Hanya saja penyumbatan (blood clot) tidak berlangsung lama dan hilang
begitu saja. Sesudah itu mekanisme tubuh kembali normal. TIA terjadi

biasanya sekitar kurang lebih 5 menit dan tidak menyebabkan kerusakan
otak secara permanen.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 3 orang yang pernah
mengalami stroke sepertiganya telah mengalami
pendahuluan berupa ministroke dalam kurun waktu 7 hari sebelum
serangan terjadi. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari
bahwa itu

mini stroke. Oleh karena itu, jika Anda merasakan salah satu atau
lebih gejala di bawah ini, segeralah ke dokter untuk mendapat
perawatan:
 - Mati rasa atau merasa lemass di bagian muka, lengan atua kaki
secara mendadak, terutam adi satu sisi tubuh saja.

 - Kesulitan untuk berbicaram mengerti atau bingung secara tiba-tiba.
 - Kesulitan untuk melihat dengan satu atau dua mata secara mendadak.
 - Kesulitan berjalan, pusing atau hilangnya keseimbangan/koordinasi
tubuh secara mendadak.

 - Pusing yang timbul secara mendadak tanpa penyebab yang jelas.

Proses penyembuhan
Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita.

Pertama
adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang
ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat
diturunkan
dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan
makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food
dan

garam (dapat memicu hipertensi).

kedua
adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan
fungsi otot dan fungsi
komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan
bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan
yang

dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan
sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota
tubuh yang pernah
mengalami kelumpuhan.

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa
sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini
tergantung

dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita,
ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan
semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari
seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita

stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena
keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan
penyakit yang
dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan
kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan
penderita

kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan
sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga
yang
menderita serangan stroke.

Sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak, penyakit stroke hanya
diidentikkan dengan kelumpuhan anggota gerak yang menyerang secara

tiba-tiba serta terjadinya penurunan kesadaran.Justru gejala tersamar
dari stroke kurang diwaspadai, seperti gangguan
bahasa, gangguan memori, gangguan emosi, gangguan perilaku, dan
demensia (pikun). Padahal, deteksi dini terhadap gejala stroke
merupakan hal yang

utama, sebab sampai saat ini belum semua pelayanan kesehatan memiliki
alat mutakhir yang mampu mendeteksi stroke.

Sepertiga penderita meninggal saat serangan awal (fase akut),
sepertiga lagi mengalami stroke berulang, dan dari 50 persen yang
selamat akan

mengalami kecacatan. Dari satu juta populasi, dilaporkan sekitar 2.400
orang menderita stroke dan sekitar 1.800 orang akan kambuh kembali.
Di Indonesia, data yang valid tentang prevalensi penderita stroke
memang belum ada. Namun sebagai contoh saja, di bangsal saraf RSU Dr
Kariadi,

setiap bulannya menerima pasien stroke antara 40-60 orang. Sedangkan
di RS Elizabeth, tahun 2001 terdapat 152 penderita stroke, dan pada
tahun 2002
menjadi 339 penderita stroke.

Pola modern
Peningkatan angka penderita stroke ini disebabkan pola hidup modern
yang tidak seimbang. Kurang berolahraga, namun pola makan tidak sehat
dan sarat
dengan makanan junk food. Bahkan, stroke tak lagi cuma menyerang
mereka yang berumur 40 tahun ke atas, tetapi remaja dan anak-anak pun
tak luput

dari serangan penyakit ini."Jika salah satu dari keluarga kita terkena
stroke, bawalah segera ke dokter. Penanganan yang cepat tidak boleh
lebih dari 6 hingga 12 jam.
Bahkan, di luar negeri penanganan tidak boleh lebih dari tiga jam.
Jika serangan stroke tidak segera diatasi, akan terjadi dampak bagi
kesembuhan

sang penderita," jelas Dodik
Martinus menjelaskan, stroke dapat dibagi dua bagian, yaitu stroke
perdarahan dan stroke sumbatan. Sekitar 80 persen penderita mengalami
stroke sumbatan dan hanya sedikit penderita yang mengalami stroke
perdarahan. Keduanya memiliki kelemahan, yaitu stroke perdarahan pada

tahap akut dapat mengakibatkan angka kematian (mortalitas) yang tinggi.
Sedangkan stroke sumbatan, yang sulit ditangani adalah gejala sisanya.
Stroke sumbatan mengakibatkan banyak sel otak yang mati. (VIN)

Kurma dan Penyakit Stroke

Namun selain itu ternyata cukup banyak aspek positif lain dari unsur-unsur
penyusun makanan yang satu ini. Beberapa penelitian terbaru ternyata
membuktikan manfaatnya untuk mencegah stroke, penyakit akibat penyumbatan
pembuluh darah yang cukup sering menyebabkan akibat fatal bagi para
penderitanya.

*Unsur-Unsur Penyusun Kurma*

Tak seperti buah-buahan kebanyakan yang merupakan sumber utama bagi
kebutuhan vitamin dan mineral dengan kandungan energi atau kalori yang
rendah, kurma memang dikenal sangat bermanfaat disantap di saat berbuka
karena kandungan karbohidratnya yang tinggi sehingga dapat menyediakan
energi yang cukup.

Sebagian kandungan gulanya terdiri atas gula glukosa, fruktosa dan sukrosa
pada sebagian varietas kurma tertentu, dan meski mengandung zat gula sebesar
70% zat-zat gula tadi sudah diolah secara alami dan tidak berbahaya bagi
kesehatan, misalnya fruktosa yang mudah dicerna dan dibakar oleh tubuh. Gula
yang terkandung dalam kurma juga rata-rata baru terserap habis dalam tempo
45-60 menit, bandingkan dengan segelas air mengandung glukosa yang diserap
tubuh hanya dalam waktu 20-30 menit, dan ini juga yang menjadi alasan
mengapa kurma bermanfaat dalam menu berbuka atau terutama sahur karena bisa
menahan rasa lapar yang muncul di saat berpuasa.

Kandungan vitaminnya sendiri terdiri dari vitamin A sebesar 50 IU setiap 100
gr kurma kering, thiamin 0,09 mg, dan riboflavin 0,10 mg serta niasin
sekitar 2,20 mg.Vitamin A dan niasin memiliki fungsi penting dalam membentuk
dan memelihara kulit, sementara bersama riboflavin, niasin akan membantu
melepaskan energi dari makanan, dan thiamin berfungsi melepaskan energi dari
karbohidrat serta baik bagi sel-sel saraf dan fungsi jantung. Mineral yang
terkandung dalam kurma juga sangat diperlukan bagi tubuh seperti zat besi,
magnesium, kalsium dan kalium.

Kalium inilah yang terkait dalam penelitian kurma dalam mencegah penyakit
stroke. Selain itu, kurma juga mengandung asam nikotinat, serat untuk
melunakkan usus dan mengaktifkannya sehingga mempermudah proses pembuangan,
dan juga hormon yang dikenal sebagai potuchsin, yang khusus bekerja mencegah
perdarahan rahim karena efek menciutkan pembuluh darah yang disebabkannya,
serta salisilat yang membuat kurma menyerupai fungsi aspirin, obat berbahan
baku zat yang sama.

Terhadap pencegahan stroke, zat ini juga cukup berperan karena bersifat
mencegah pembekuan darah, mengatasi peradangan/inflamasi dan menghilangkan
nyeri, serta ikut mempengaruhi kelenjar prostat yang menghasilkan kelompok
asam lemak hidroksida dalam merangsang kontraksi otot serta menurunkan
tekanan darah tinggi.

*Kandungan Kalium Dan Pencegahan Stroke*

Kalium yang banyak terkandung dalam kurma sangat bermanfaat bagi kesehatan
jantung dan pembuluh darah karena kalium berfungsi untuk menstabilkan denyut
jantung, mengaktifkan kontraksi otot-ototnya sekaligus mengatur tekanan
darah. Beberapa penelitian sudah berhasil membuktikan manfaat kandungan
kalium dalam menurunkan resiko serangan stroke ini, antara lain yang pernah
dilakukan di California Utara, AS, yang meneliti pola makanan 859 responden
di atas usia 50 tahun.

Hasilnya, ternyata perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makanan
dapat menurunkan usia resiko terkena stroke hingga 12 tahun kemudian.
Penelitian lain juga sebelumnya menyatakan bahwa orang dengan asupan kalium
yang mencapai 3500 gr setiap hari memiliki resiko rendah untuk meninggal
akibat penyakit stroke.

Sebaliknya, orang yang secara teratur mengkonsumsi kalium paling rendah
(kurang dari 1950 gr perhari) memiliki resiko terserang stroke yang
meningkat, dengan harapan meninggal akibat stroke sekitar 2,6 kali pada
lelaki dan 4,8 kali pada wanita. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa dengan
mengkonsumsi satu jenis tambahan makanan kaya kalium (dengan hitungan
minimal 400 mg perhari, misalnya kurma sebanyak 5 butir) resiko fatal akibat
stroke akan dapat diturunkan hingga 40%.

Dari riset yang dilakukan pakar hipertensi dari sebuah universitas di
Minnesota, dr. Louis Tobian,Jr., makanan tinggi kalium juga dapat
menstabilkan tekanan darah yang akan mencegah resiko stroke. Riset yang
didasarkan pada dua kelompok hewan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi)
itu menunjukkan bahwa pada kelompok pertama yang diberikan diet tinggi
kalium tak ada yang mengalami perdarahan otak, sementara kelompok yang tak
diberikan diet sama sekitar 40% menderita perdarahan otak.

Secara teoritis, ia menerangkan bahwa kalium berfungsi dalam menjaga dinding
pembuluh darah besar (arteri) tetap elastis dan mengoptimalkan fungsinya
sehingga tak mudah rusak akibat tekanan darah yang tinggi. Dengan menurunnya
resiko stroke, aktifitas kalium ini juga akan berperan dalam pencegahan
penyakit jantung yang pada dasarnya juga berhubungan dengan optimalitas
fungsi pembuluh darah.

Kandungan salisilat yang ada pada kurma juga turut membantu stabilitas
pembuluh darah dengan kesamaan aktifitas yang ditimbulkannya dengan aspirin,
jenis obat peredam nyeri yang banyak digunakan penderita stroke karena
fungsinya dalam mencegah pembekuan darah, dan mengendalikan hipertensi lewat
pengaruh yang ditimbulkannya pada kadar prostaglandin yang turut berperan
dalam proses tekanan darah.
Meski kandungan salisilat dalam makanan belum terbukti bisa menyamai fungsi
mengkonsumsi langsung obat aspirin dosis biasa, namun dosis separuhnya yang
dikonsumsi perhari sudah terbukti bisa mencegah stroke dan serangan jantung,
dan berdasarkan hal ini para ahli menyimpulkan bahwa dosis rendah yang
dicapai dalam konsumsi makanan yang mengandung salisilat tinggi seperti
kurma juga akan dapat memberikan fungsi yang kurang lebih sama dengan
aspirin terhadap pencegahan stroke.

Waspadai stroke

13 Mar 2008, on Healthy Living

Stroke memang identik dengan kelumpuhan sebelah, padahal tidak semua stroke akan menimbulkan kelumpuhan dan tidak semua kelumpuhan adalah akibat dari stroke.

 

Stroke atau nama lainnya adalah apopleksia serebri adalah keadaan dimana terjadi kematian jaringan otak akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Terhentinya aliran darah bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah atau karena tersumbatnya pembuluh darah. Karena itu, orang sering mendengar istilah stroke perdarahan dan stroke penyumbatan.

 

Akibat yang ditimbulkan oleh stroke tergantung dari banyak hal seperti luasnya daerah yang terkena dan lokasi otak yang terkena. Stroke yang luas belum tentu lebih berbahaya dibandingkan stroke yang kecil. Bila terjadi perdarahan di batang otak, harapan hidup mungkin jauh lebih kecil bila dibanding dengan stroke yang lebih luas di bagian depan otak.

 

Otak kita yang luas mempunyai lokasi-lokasi tertentu untuk masing-masing fungsi. Misalnya ada bagian yang berfungsi mempersarafi pergerakan kaki. Bila daerah itu terkena, dapat terjadi kelumpuhan pada daerah kaki yang dipersarafinya. Contoh lain bila yang terkena adalah daerah yang mempersarafi fungsi bicara, maka mungkin yang terjadi adalah gangguan dari fungsi berbicara tersebut.

 

Karena menyangkut berbagai fungsi yang begitu luas, stroke bahkan juga bisa mengubah kepribadian seseorang. Orang yang tadinya pendiam mungkin sekarang menjadi bawel luar biasa.

 

Berbagai perubahan tersebut dapat menjadi faktor yang juga mempengaruhi emosi keluarga dan orang disekitarnya. Karena itu, pengertian keluarga adalah faktor yang harus diberikan oleh keluarga dan lingkungannya. Terimalah keadaan itu dengan sewajarnya dan bantulah penderita untuk mengatasi stroke yang dideritanya dan juga depresi yang seringkali terjadi pada penderita stroke. (cy)

 

Sumber.www.perempuan.com

 

 

 
Extech 445703 Thermometer
Extech 445703 Thermometer
Call for Pricing

DIFFERENTIAL CELL COUNTER "GEMMY"
DIFFERENTIAL CELL COUNTER
Rp. 1 800 000

Photometer ZENIX-288
Photometer ZENIX-288
Rp. 10 000 000

KURSI RODA "COMFORT"
KURSI RODA
Call for Pricing

FUJIFILM X-ray
FUJIFILM X-ray
Call for Pricing

Product Categories

User Menu

Check-In My Items

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Online Support

Costumer Serives